New Year 2022 Countdown

Days
Hours
Minutes

Faktor Penyebab Mobil Turun Mesin dan Biaya Pengerjaannya

Lagi asyik berkendara tiba-tiba mobil mengalami turun mesin? Tentu sangat menjengkelkan bukan? Nah, aktivitas mobil turun mesin bisa juga disebut dengan overhaul. Dampak yang ditimbulkan oleh mobil turun mesin ini pun beragam, apa aja sih?

– mesin yang tidak mau jalan,

-perubahan warna pada oli,

-asap berwarna putih dan suara berisik.

Kalau sudah timbul seperti diatas, apa yang harus dilakukan?

Untuk menyelesaikan masalah ini, perlu dilakukan penanganan turun mesin. Proses pengerjaan turun mesin terbilang cukup susah dan memakan waktu yang lama pada umunya. Adapun estimasi biaya yang harus dikeluarkan oleh pengendara sekitar satu juta rupiah atau bahkan bisa lebih, tergantung kerusakan yang ditimbulkan.

Faktor Penyebab Mobil Turun Mesin dan Biaya Pengerjaannya

Berbagai faktor yang menjadikan mobil turun mesin bisa disebabkan oleh beberapa faktor dibawah ini;

1. Oli dan Pelumas

Cobalah untuk cek bagian oli atau pelumas mesin. Apakah sudah habis? Jika iya, kemungkinan inilah yang menajdi faktor utama penyebab mobil turun mesin. Jika tidak ada oli, maka sama saja membiarkan mesin-mesin saling bertumbukan karena tidak ada oli yang berfungsi untuk melumaskan.

Waspada, jangan biarkan mobil terlalu lama kehabisan oli !! Jika dibiarkan dalam waktu lama, mesin bisa mengalami kerusakan dan merembet ke komponen lainnya.

Berapa biaya yang harus dikeluarkan?

Sebaiknya, anda mengecek berapa liter oli yang tersisa dengan bantuan deep stick oil secara rutin. Harganya berkisar Rp 80000 hingga Rp 200.000.

Juga perhatikan indikator oli pada dashboard mobil anda. Ada gambar cangkir tetesan di sana. Jika gambar itu menyala, berarti ada masalah pada pelumasannya. Bisa jadi karena kurang tekanan, sirkulias oli yang buruk. Dikhawatirkan saluran oli tersumbat atau pompa oli rusak. Jika oli mesin tinggal sedikit, segera bawa mobil anda ke bengkel untuk penggantian oli mesin. Bahkan oli yang masuk ke saluran pembakaran bisa mengakibatkan mobil keluar asap putih saat dipanaskan.

2. Overheat

Overheat merupakan salah satu pemicu terjadinya mobil turun mesin. Salah satu tandanya adalah mesin mobil yang mogok. Segera matikan mesin bila suhunya mencapai level HOT. Ditunjukkan dengan huruf H pada indikator. Sebaiknya bawa ke bengkel karena bisa jadi ada masalah pada sistem pendinginnya. Mungkin kehabisan air pendingin karena ada kebocoran, kipas radiator yang mati dan lain-lain.

Sebaiknya jangan dipaksa karena bisa membuat kepala silinder melengkung. Lengkungan ini membuat air dan oli malah bercampur. Tidak hanya overheat, penyebab silinder melengkung juga bisa karena korosi. Jika sudah terlanjur melengkung, anda bisa memperbaiki dengan cara melepas kepala silinder dan meratakannya.

Berapa biaya yang harus dikeluarkan?

Bisa menggunakan amplas atau grinding paste. Harga grinding paste tidak sampai Rp 50000.

3. Timing Belt

Coba anda lihat timing belt. Timing belt bertujuan untuk mentransfer daya dari poros engkol ke poros nok. Jika timing belt putus, katup dan piston bisa saling beradu dan mengakibatkan kerusakan. Bila rusak, tidak ada cara lain selain turun mesin dan harus diperbaiki. Tapi ada beberapa mobil yang tahan dan tidak ada masalah meskipun timing beltnya putus.

Berapa biaya yang harus dikeluarkan?

Jika timing belt putus, solusinya tentu menggantinya. Harganya kira-kira Rp 300.000 hingga Rp 600.000 Masa hidup timing belt sekitar 65000 km sampai 80000 km.

4. Efek Water Hammer

Jangan nekat melewat jalanan yang tergenang air cukup tinggi, bisa-bisa mobil anda mengalami efek water hammer. Air masuk melalui filter dan terus mengalir ke ruang bakar. Karena air tidak bisa dikompresi seperti udara sehingga mengakibatka pecahnya piston, connecting rod, kerusakan poros engkol dan akhirnya mobil mogok.

Sepele, namun bisa berakibat fatal pada mobil anda.

Cara mencegahnya tentu jangan jangan paksa mobil untuk melewati banjir, sebaiknya tunggu hingga surut atau mencari alternatif jalan lainnya.

5. Pencampuran oli dan air

Tidak hanya water hammer, masuknya air ke mobil juga bisa mengakibatkan pencampuran air dan oli. Bercampurnya air dengan oli merupakan salah satu penyebab turun mesin mobil. Akibatnya bisa bermacam-macam, mulai dari korosi, merusak bahan pelumas, mengacaukan sistem sirkulasi, merusak lapisan oli di bantalan hingga pembentukan busa. Jika sudah begini, maka lebih baik bawa mobil ke bengkel untuk dilakukan pengurasan dan penggantian oli.

Nah, itulah ulasan terkait Faktor Penyebab Mobil Turun Mesin dan Biaya Pengerjaannya. Semoga bermanfaat untuk Sobat DomoLovers yaa, dan jangan lupa dipraktekkan juga ! GoodLuck

Butuh Jasa Bengkel Mobil?

Dokter Mobil adalah Solusi Tepat Untuk Anda !

Tunggu apalagi? Yuk segera hubungi kami. Dapatkan pengalaman pelayanan service berkualitas dan jaminan garansi hanya untukmu, DomoLovers..

Tidak perlu takut mengenai biaya service di Dokter Mobil karena estimasi biaya service dapat diperlihatkan di muka sebelum melakukan service. Selain itu beberapa service di Dokter Mobil bersifat free alias GRATIS.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Tags :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest Posts

Apa Pengertian Tune up, Manfaat, & Kriteria Bengkel Yang Tepat!
Komponen Kaki Kaki Mobil Dan tips Merawatnya!
Tips Dan Cara Merawat Kompresor AC Mobil Agar Awet!
Cara Merawat Ac Mobil Sesuai Rekomendasi Bengkel Mobil Spesialis!
Tips Merawat Mobil di Rumah Tanpa Harus ke Bengkel!