📢 SELAMAT!! Kamu dapat promo service special di Dokter Mobil! Ambil promo-nya dengan cara klik di sinil Klik Disini   📢 Nantikan Promo Special Bulan Ini Untuk Domo Lovers, Lihat Promo Dengan Cara Klik Tombol Klik Disini   ⏩ Cek Juga Youtube Dokter Mobil Untuk Informasi Seputar Otomotif Klik Disini
bengkel mobil terdekat

8 Dampak Buruk Mobil Jarang Dipakai dan Solusi Terjitunya

8 Dampak Buruk Mobil Jarang Dipakai dan Solusi Terjitunya

Sebagai alat transportasi, mobil diharapkan dapat membantu orang mencapai tujuan mereka dengan lebih cepat dan mudah. Namun, saat mobil jarang dipakai, hal ini dapat menyebabkan berbagai dampak negatif pada komponen mobil.

Efek Buruk Akibat Mobil Jarang Dipakai

Berikut adalah dampak buruk akibat mobil yang jarang dipakai. Sehingga apabila mobil kesayangan Anda jarak digunakan dan kini mulai bermasalah saat kembali digunakan, informasi di bawah ini patut untuk Anda simak.

  1. Mesin Kurang Responsif

Pertama, mobil yang jarang dipakai dapat menyebabkan komponen mesin menjadi kurang responsif. Hal ini disebabkan oleh akumulasi karbon yang terjadi dalam mesin, yang menyebabkan mesin kurang efisien. Komponen mesin yang bermasalah ini dapat menyebabkan mobil menjadi lebih boros bahan bakar dan bahkan meningkatkan emisi gas buang.

  1. Kinerja Sistem Transmisi Mobil Jadi Kurang Prima

Kedua, mobil yang jarang dipakai juga dapat menyebabkan komponen sistem transmisi kinerjanya kurang prima. Hal ini disebabkan oleh akumulasi minyak yang terjadi dalam sistem transmisi, yang menyebabkan sistem transmisi kurang lancar. Komponen sistem transmisi yang bermasalah ini dapat menyebabkan mobil menjadi lebih berat saat digerakkan, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.

  1. Suspensi Bermasalah

Ketiga, mobil yang jarang dipakai juga dapat menyebabkan komponen suspensi mengalami permasalahan. Hal ini disebabkan oleh akumulasi debu dan kotoran yang terjadi dalam suspensi, yang menyebabkan suspensi kurang stabil. Komponen suspensi yang bermasalah ini dapat menyebabkan mobil menjadi lebih tidak nyaman saat digerakkan, sehingga mengurangi kenyamanan berkendara.

  1. Sistem Kemudi Kurang Lancar

Keempat, mobil yang jarang dipakai juga dapat menyebabkan komponen sistem kemudi menjadi kurang lancar digunakan. Hal ini disebabkan oleh akumulasi oli yang terjadi dalam sistem kemudi, yang menyebabkan sistem kemudi kurang responsif. Komponen sistem kemudi yang bermasalah ini dapat menyebabkan manuver mobil menjadi lebih sulit dan meningkatkan risiko kecelakaan.

  1. Ban Mobil Kaku dan Kurang Elastis

Kelima, mobil yang jarang dipakai juga dapat menyebabkan komponen ban menjadi kurang elastis. Hal ini disebabkan oleh akumulasi debu dan kotoran yang terjadi dalam ban, yang menyebabkan ban kurang elastis. Komponen ban yang bermasalah ini dapat menyebabkan ban menjadi lebih rentan terhadap kebocoran dan pecah, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.

  1. Oli dan Bahan Bakar Akan Mengendap

Mobil yang jarang dipakai dapat berdampak pada oli dan bahan bakar jadi mengendap. Oli mesin dapat menjadi lebih kental dan berminyak karena kurang digunakan. Bahan bakar juga dapat mengendap, terutama jika bahan bakar disimpan terlalu lama. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa bahan bakar yang tua akan mengendap akibat oksidasi.

Dampak dari oli dan bahan bakar mengendap adalah bahwa sudut-sudut piston dapat kotor dan menyebabkan mesin berjalan tidak lancar. Peningkatan konsumsi minyak juga dapat dilihat akibat oli dan bahan bakar yang mengendap.

Reservasi Sekarang

Halo Domo Lovers 👋, reservasi sekarang juga untuk mendapatkan promo menarik dari kami,
cs kami akan membalas secepat mungkin ❤️

  1. AC Mobil Jadi Kotor

Ketika mobil jarang digunakan, udara di dalam mobil dapat menjadi lebih kotor dan berdebu dibandingkan dengan mobil yang biasa dipakai. Ini bisa mengurangi efektivitas kebersihan AC mobil, sehingga kinerjanya akan menurun. Filter udara AC mobil juga akan menjadi lebih kotor, yang membuat sirkulasi udara tidak optimal.

Baca Juga: Seringkali Diabaikan, Inilah Akibat Filter AC Mobil Kotor!

  1. Interior Mobil Berjamur

Mobil yang jarang dipakai juga dapat menyebabkan interior mobil jadi berjamur. Hal ini disebabkan oleh kondisi udara yang lembab di dalam mobil yang memungkinkan jamur tumbuh dengan cepat.

Jamur tumbuh di interior mobil karena kondisi udara yang lembab, yang disebabkan oleh kelembapan udara dari luar mobil, kondensasi air dari kabut asap knalpot, atau kondensasi air dari kondensor AC di dalam mobil.

Kondisi udara lembab ini sangat cocok bagi jamur untuk tumbuh, dan ketika terjadi kondisi udara lembab yang berkepanjangan, jamur dapat tumbuh dengan cepat di interior mobil. Selain itu, jarangnya mobil dipakai juga dapat meningkatkan kemungkinan bahwa jamur akan tumbuh di interior karena tidak ada gerakan udara yang cukup untuk membawa kelembapan udara keluar dari mobil.

Tips Menjaga Kualitas Mobil Karena Jarang Dipakai

Tips Menjaga Kualitas Mobil Karena Jarang Dipakai

Mobil yang jarang dipakai memang menyebabkan kualitas performa mobil jadi menurun saat kembali digunakan. Agar kenyamanan Anda saat berkendara tetap terasa meski mobil jarang dipakai sebelumnya, berikut adalah tips yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kualitas mobilnya.

  1. Jaga Kondisi Baterai

Kondisi baterai menentukan kinerja sebuah mobil. Jika baterai pada mobil Anda jarang digunakan, pastikan Anda menyimpannya di lokasi yang lembab dan sejuk. Jika posisi baterai berada di lokasi yang terlalu panas atau terlalu dingin, baterai dapat mengalami kerusakan. Selain itu, pastikan Anda memeriksa kondisi baterai secara berkala dan melakukan pengisian baterai jika diperlukan.

  1. Lakukan Perawatan Eksterior

Perawatan eksterior juga penting untuk memastikan mobil tetap dalam kondisi prima. Pastikan Anda membersihkan mobil secara berkala dan menerapkan pelumas pada bagian eksterior untuk memastikan mobil tetap berkilau. Selain itu, pastikan Anda mengecek ban secara berkala dan melakukan penggantian jika diperlukan.

  1. Lakukan Perawatan Interior

Perawatan interior juga penting untuk memastikan mobil tetap dalam kondisi prima. Pastikan Anda menyemprotkan interior mobil secara berkala dengan air dan deterjen untuk menghilangkan debu yang menempel. Selain itu, pastikan Anda mengganti filter udara pada interior mobil secara berkala.

Kesimpulan

Jadi, dapat disimpulkan bahwa mobil yang jarang dipakai dapat menyebabkan berbagai kerusakan pada komponen mobil. Kerusakan komponen mobil ini dapat menyebabkan manuver mobil menjadi lebih sulit, boros bahan bakar, dan meningkatkan emisi gas buang. Selain itu, kerusakan komponen mobil juga dapat meningkatkan risiko kecelakaan dan mengurangi kenyamanan berkendara. Oleh karena itu, penting bagi pemilik mobil untuk selalu memastikan bahwa mobil mereka tetap dalam kondisi yang baik dengan melakukan perawatan rutin. Dengan melakukan hal ini, Anda dapat memastikan bahwa mobil Anda akan beroperasi dengan baik dan aman.

Hubungi Bengkel Dokter Mobil Sekarang!

Halo Domo Lovers 👋, reservasi ke bengkel Kami sekarang juga dan dapatkan promo menarik dari kami, cs kami akan membalas secepat mungkin


Hubungi CS Sekarang

Ditinjau oleh team teknisi

Penulis Sejak Sept 2021

Dokter Mobil | Bengkel Mobil Terdekat - Spesialis Upgrade Performance - Logo

Artikel Lainnya

Links

‼️ FREE GENERAL CHECK UP ‼️

Saya mau ambil promo free general checkup!

Form Reservasi

Main Form