📢 SELAMAT!! Kamu dapat promo service special di Dokter Mobil! Ambil promo-nya dengan cara klik di sinil Klik Disini   📢 Nantikan Promo Special Bulan Ini Untuk Domo Lovers, Lihat Promo Dengan Cara Klik Tombol Klik Disini   ⏩ Cek Juga Youtube Dokter Mobil Untuk Informasi Seputar Otomotif Klik Disini
bengkel mobil terdekat

Fungsi Crankshaft, Cara Kerjanya, serta Ciri Kerusakannya

Fungsi Crankshaft

Pada mobil, fungsi crankshaft atau poros engkol pada mobil sangat krusial. Crankshaft merupakan bagian mekanis yang berperan sebagai jantung mesin, mengubah gerak linier piston menjadi gerak putar yang menggerakkan mobil.

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi secara mendalam fungsi crankshaft pada mesin mobil, menguraikan cara kerjanya yang kompleks, dan mengidentifikasi gejala-gejala kritis yang dapat mengindikasikan kerusakan crankshaft yang memerlukan perhatian segera.

fungsi crankshaft

Fungsi Crankshaft Mobil

Crankshaft (poros engkol) adalah salah satu komponen utama dalam mesin mobil dan memiliki peran penting dalam proses pembakaran internal yang menggerakkan mobil.

Berikut penjelasan detail tentang fungsi crankshaft pada mobil:

  1. Mengubah Gerakan Linier Menjadi Gerakan Putar

Fungsi cranksaft adalah mengubah gerakan linier piston menjadi gerakan putar yang digunakan untuk menggerakkan roda mobil.

Ketika piston bergerak naik dan turun dalam silinder mesin, crankshaft mengkonversi gerakan naik-turun ini menjadi gerakan putar yang diperlukan untuk memutar roda mobil.

Ini adalah konversi energi mekanis dari atas-bawah menjadi putar, yang mendukung gerakan mobil.

  1. Menyediakan Daya untuk Seluruh Mesin

Fungsi crankshaft juga untuk menggerakkan berbagai komponen lain dalam mesin, seperti camshaft (poros nok) yang mengendalikan katup, pompa oli, pompa air, dan komponen lainnya.

Reservasi Sekarang

Halo Domo Lovers 👋, reservasi sekarang juga untuk mendapatkan promo menarik dari kami,
cs kami akan membalas secepat mungkin ❤️

Ini berarti crankshaft tidak hanya menggerakkan mobil, tetapi juga menyediakan daya untuk berbagai sistem dan komponen mesin yang penting untuk kinerja yang baik.

  1. Menyelaraskan Gerakan Piston

Crankshaft dirancang dengan sudut offset yang sesuai sehingga piston di silinder dapat bergerak secara sinkron.

Ini penting untuk memastikan bahwa piston bergerak dengan benar dalam siklus pembakaran, termasuk kompresi, pembakaran bahan bakar, dan pembuangan gas sisa sebagai fungsi crankshaft yang saling bersinergi dengan komponen lain.

Posisi dan desain offset crankshaft memastikan bahwa proses ini berjalan dengan lancar dan efisien.

  1. Meningkatkan Efisiensi Mesin

Fungsi cranksaft juga ada kaitannya dengan efisiensi mesin. Karena desain crankshaft yang tepat dapat membantu meningkatkan efisiensi mesin.

Misalnya, crankshaft yang lebih ringan dapat mengurangi inersia yang harus diatasi oleh mesin, sehingga memungkinkan mesin berputar lebih cepat.

Efisiensi yang lebih baik dapat berkontribusi pada peningkatan konsumsi bahan bakar dan kinerja mesin secara keseluruhan.

  1. Mendistribusikan Getaran dan Torsi

Fungsi crankshaft juga berguna dalam mendistribusikan getaran dan torsi yang dihasilkan oleh mesin. Ini dapat membantu mengurangi getaran berlebihan dan menjaga keseimbangan yang baik dalam mesin.

Crankshaft yang seimbang secara baik dapat mengurangi kerusakan pada mesin dan memberikan pengalaman berkendara yang lebih nyaman.

  1. Memungkinkan Pemakaian Mesin Multi-Silinder

Dalam mesin multi-silinder, fungsi crankshaft memungkinkan koordinasi gerakan piston di berbagai silinder. Ini memungkinkan mesin bekerja secara lebih halus dan merata, menghasilkan tenaga yang lebih besar.

fungsi crankshaft

Cara Kerja Crankshaft Mobil

Cara kerja crankshaft pada mobil melibatkan konversi gerakan linier piston menjadi gerakan putar yang digunakan untuk menggerakkan roda mobil.

Berikut adalah langkah-langkah bagaimana fungsi crankshaft bekerja dalam mesin mobil:

  1. Piston Naik dan Turun

Proses dimulai dengan gerakan piston di dalam silinder mesin. Ketika mesin dihidupkan, piston bergerak naik dan turun dalam silinder.

Gerakan ini terjadi dalam siklus pembakaran mesin yang melibatkan kompresi udara dan bahan bakar, pembakaran bahan bakar, dan pembuangan gas sisa.

  1. Hubungan dengan Connecting Rod

Piston terhubung ke connecting rod (batang penghubung) di bagian bawahnya. Connecting rod ini adalah komponen yang menghubungkan piston dengan crankshaft.

Saat piston bergerak naik dan turun, connecting rod bergerak maju-mundur.

  1. Crankshaft Mengubah Gerakan

Crankshaft adalah poros panjang yang memiliki lengan yang disebut crank throws (lemparan engkol) yang terhubung ke connecting rod.

Ketika connecting rod bergerak maju-mundur, crankshaft mengubah gerakan ini menjadi gerakan putar.

  1. Konversi Gerakan Linier ke Putaran

Ketika connecting rod bergerak maju, crankshaft berputar.

Crank throws pada crankshaft menciptakan perbedaan sudut, sehingga mengubah gerakan linear dari connecting rod menjadi gerakan putar.

Ini mirip dengan bagaimana pedal sepeda bekerja, di mana gerakan naik-turun kaki diubah menjadi gerakan putar roda.

  1. Distribusi Energi

Gerakan putar crankshaft kemudian disalurkan melalui berbagai komponen, seperti transmisi dan kopling, untuk menggerakkan roda mobil.

Ini menyediakan daya yang diperlukan untuk membuat mobil bergerak sebagai fungsi crankshaft.

  1. Sinkronisasi Piston

Crankshaft juga dirancang dengan sudut offset yang tepat untuk memastikan bahwa piston di berbagai silinder bergerak secara sinkron.

Ini penting untuk menjaga proses pembakaran yang efisien dan membuat mesin berfungsi dengan baik.

Selama proses ini berlangsung, crankshaft juga menghasilkan torsi, yang merupakan gaya putar yang diperlukan untuk mengatasi hambatan, seperti gesekan roda di jalan, dan untuk mempercepat atau menjaga kecepatan kendaraan.

Dengan cara ini, fungsi crankshaft memainkan peran sentral dalam mengubah energi pembakaran bahan bakar menjadi gerakan mobil yang kita nikmati saat berkendara.

Baca Juga: 7 Poin Perbedaan Pembakaran Mesin Diesel dan Bensin

Tanda Kerusakan Crankshaft Mobil

Kerusakan pada crankshaft adalah masalah serius dalam mesin mobil dan dapat menyebabkan gangguan serius dalam kinerja kendaraan.

Berikut adalah beberapa gejala umum kerusakan pada crankshaft:

  1. Getaran dan Guncangan

Salah satu gejala utama kerusakan pada crankshaft adalah getaran dan guncangan yang tidak wajar saat mesin berjalan.

Ini dapat terasa melalui kemudi atau pedal gas, dan biasanya menjadi lebih buruk saat mesin bekerja pada putaran tinggi.

Getaran yang berlebihan dapat merusak komponen lain dalam mobil dan harus segera diperiksa.

  1. Suara Berisik atau Berderak

Crankshaft yang rusak dapat menghasilkan suara berisik atau berderak yang tidak biasa saat mesin berjalan.

Suara ini mungkin terdengar seperti gesekan logam, ketukan, atau berbagai jenis bunyi kasar lainnya.

Ini adalah indikasi bahwa ada masalah serius dalam mesin.

  1. Kehilangan Daya

Crankshaft yang rusak dapat mengakibatkan penurunan daya mesin. Mesin mungkin merasa lemah dan tidak mampu memberikan tenaga seperti biasanya.

Hal ini dapat mengurangi akselerasi kendaraan dan kinerja secara keseluruhan.

  1. Mesin Sulit Dinyalakan

Kerusakan pada crankshaft juga dapat menyebabkan kesulitan dalam menyalakan mesin. Mesin mungkin perlu diputar lebih lama atau tidak dapat dinyalakan sama sekali.

  1. Mesin Mati Secara Tiba-tiba

Kerusakan crankshaft yang parah dapat menyebabkan mesin mati secara tiba-tiba saat berjalan. Ini adalah situasi yang sangat berbahaya, terutama jika terjadi saat berkendara di jalan raya.

  1. Penurunan Tekanan Minyak

Crankshaft yang rusak dapat mengakibatkan penurunan tekanan minyak dalam mesin. Tekanan minyak yang rendah dapat merusak komponen mesin yang penting dan menyebabkan kerusakan lebih lanjut.

  1. Warna Minyak Berubah

Ketika crankshaft mengalami kerusakan, serpihan logam dan partikel dapat masuk ke dalam sistem pelumasan.

Ini dapat menyebabkan perubahan warna minyak mesin, seperti warna kecokelatan atau kehitaman, yang menunjukkan adanya kontaminasi.

  1. Bantalan Roda Engkol Aus

Salah satu komponen yang sering mengalami kerusakan pada crankshaft adalah bantalan roda engkol. Jika bantalan ini aus atau rusak, hal itu dapat menyebabkan gejala-gejala di atas.

Penting untuk diingat bahwa kerusakan crankshaft adalah masalah serius yang harus segera ditangani.

Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas atau memiliki kecurigaan terhadap kerusakan crankshaft, sebaiknya segera hubungi bengkel yang kompeten untuk melakukan pemeriksaan dan perbaikan yang diperlukan, seperti Dokter Mobil.

Hubungi Bengkel Dokter Mobil Sekarang!

Halo Domo Lovers 👋, reservasi ke bengkel Kami sekarang juga dan dapatkan promo menarik dari kami, cs kami akan membalas secepat mungkin


Hubungi CS Sekarang

Ditinjau oleh team teknisi

Penulis Sejak Sept 2021

Dokter Mobil | Bengkel Mobil Terdekat - Spesialis Upgrade Performance - Logo

Artikel Lainnya

Links

‼️ FREE GENERAL CHECK UP ‼️

Saya mau ambil promo free general checkup!