New Year 2022 Countdown

Days
Hours
Minutes

5 Pantangan Mobil Matic yang Wajib Dipatuhi Pemilik Mobil

Walaupun mudah digunakan dan tangguh di segala medan, ada beberapa pantangan mobil matic yang tidak boleh dilanggar. Jika tidak dipatuhi, maka mobil dapat mengalami kerusakan, atau masalah di tengah perjalanan.

Apa saja pantangan dan larangan tersebut? Dan bagaimana mengatasi masalah yang terjadi jika pantangan tersebut dilanggar?

Wajib Dipatuhi, Ini Daftar Pantangan Mobil Matic

Keuntungan tersendiri menggunakan mobil matic yakni anda tidak perlu repot-repot mengubah gigi mesin. Mobil jenis ini sangat familiar membanjiri pasaran Indonesia. Penggunaannya juga relatif lebih mudah. Terutama bagi kamu yang tidak ingin direpotkan dengan mengubah-ubah gigi.

Bagi anda yang mempunyai mobil matic, ternyata ada beberapa hal yang sebaiknya tidak dilanggar. Beberapa hal tersebut di antaranya adalah:

1. Jangan Terobos Genangan Banjir

Setiap mesin akan rentan rusak jika terkena air. Namun seringkali genangan banjir tidak bisa dihindari. Mau tidak mau harus nekat melewati genangan banjir. Ya, mau bagaimana lagi, namanya juga sudah buru-buru hendak pulang ke rumah.

Perlu anda ketahui bahwa ditransmisi automatis mobil itu terdapat lubang penguapan atau breather. Fungsinya tidak lain sebagai penguapan transmisi udara. Jika komponen tersebut tergenang air banjir, maka bisa saja air dapat tercampur dengan oli. Alhasil transimisi menjadi jebol alias rusak.

Bagi anda yang sudah pernah mengalami kasus diatas namun minim perawatan, sangat disarankan untuk melakukan pengecheckan dipstick. Komponen ini  digunakan untuk melihat kadar volume dan kualitas oli.

Jika oli berwarna putih, maka sudah tercampur air dan harus segera di flushing untuk membersihkan semua sisa oli lama dan mengganti dengan yang baru. Sebaliknya, jika oli dalam keadaan warna aslinya, maka kondisi oli masih dalam keadaan baik.

2. Jangan Memainkan Switch Transmisi Matic

Bagi pengguna mobil asal Eropa, cobalah anda perhatikan safety switch mobil anda. Apakah terdapat logo huruf P R N D. Sudahkah anda tahu arti dari masing-masing huruf?

P berarti Park,

R berarti Reverse atau mundur,

N berarti Neutral,

D berarti Drive.

Mengapa fitur ini ada ? Tujuannya tidak lain yakni memudahkan pengguna dalam mengoperasikan mobil.

Memang pengaturan ini sangat mudah ditekan hingga bisa saja kesenggol oleh pengguna mobil. Saat anda sedang menjalankan di D atau Drive, bisa saja teman anda atau anak kecil sebelah anda menyenggol transmisi tersebut hingga masuk ke R. Seketika mobil menjadi mundur. Secara tidak langsung hal ini berimbas pada jebolnya transmisi

Kasus lainnya yang dapat membuat transmisi jebol adalah ketika sedang ingin mermarkir mobil. Secara langsung anda memainkan transmisi untuk maju mundur mobil. Pastika mobil benar-benar berhenti dahulu, barulah masukan ke gigi mundur.
Tidak dianjurkan terburu-buru dari D. Biasanya orang-orang ingin parkir lebih cepet, akhirnya mobil tidaklah berhenti total. Udah masuk ke R, langsung beranjak masuk ke D. Alhasil, kopling bisa jebol.

Ada baiknya untuk mermarkir mobil dalam keadaan pelan saja, jangan terburu-buru. Sebab dapat berimbas pada kopling anda.

Baca Juga : Kok Tiba-Tiba Asap Mobil Hitam? Tetap Tenang, Ini Solusinya

3. Hindari Posisi ‘D’ Saat Mobil Dilanda Kemacetan

Ibukota Jakarta tidaklah luput dari kemacetan. Kemacetan biasanya memakan waktu lama bahkan hinga hitungan satu jam. Sangat disarankan untuk membalikkan ke posisi N atau Netral, hindari posisi D ketika memang kemacetan berlangsung lama. Mengapa?

Ketika transmisi berada di D, posisi transmisi tetap berputar didalam yang akan menguras habis Wobble Blade atau Kopling Transmisi. Komponen ini terbilang cukup ribet dan lebih mahal.

Saat mobil hendak jalan tinggal masukkan saja ke D lagi. Praktis, simpel, dan menyehatkan transmisi kopling anda.

4. Hindari Melakukan Burnout

Keuntungan menggunakan mobil matic lainnya ialah dapat melakukan burnout setelah remap. Apa itu burnout? Saat menginjak gas, ban depan maupun belakang bekerja secara spin. Apa yang terlintas dibenak anda? Seru? Keren? Ingin mencobanya lagi?

Meskipun dapat memberikan kesenangan tersendiri, namun sebaiknya hindari ini. Mengapa?

Transmisi matic banyak terdapat selip. Jika keseringan melakukan burnout, maka dapat berimbas oli transmisin akan cepat habis, otomotasi koplingnya juga habis.

5. Menyepelekan Oli Transimisi

Umumnya, untuk mobil baru pergantian dilakukan setiap 40.000KM. Lain halnya untuk mobil berumur setiap 20.000KM.

Tahukah anda?

Jangan pernah mempercayai label oli transmisi tertulis Lifetime Oil. Bagaimanapun juga oli transmisi perlu diganti secara berkala. Penulisan lifetime oil hanyalah gimmic untuk memastikan minyak transmisi yang dijual laku di pasaran.

Terdapat salah satu kasus customer dengan mobilnya bermerk Volvo C60. Ia merasakan gejala transmisi sudah tidak nyaman digunakan, terdapat bunyi bising pula. Namun saat ia pergi ke pihak Volvo, justru mengatakan bahwa tidak perlu mengganti oli transmisi. Jika ada yg bunyi sebaiknya diganti saja komponen tersebut.

Padahal penggantian transmisi bisa menghabiskan uang belasan juta rupiah. Dan kerusakan tersebut terjadi karena oli transmisi tidak diganti.

Itulah salah satu kasus akibat tidak mengganti oli transmisi matic karena mempercayai label Lifetime Oil.

Daripada menyusahkan anda karena mobil rusak, sebaiknya mengganti oli transmisi setiap 20-40km.

Demikian informasi seputar pantangan mobil matic. Semoga dapat menyadarkan kita sebagai pengguna mobil matica agar lebih bijak serta cerdas dalam menggunakan mobil.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Tags :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest Posts

Bingung Check Up Beli Mobil Bekas? Dokter Mobil adalah Solusinya
Menyimpan Hand Sanitizer Gel di Mobil, Bolehkah?
Daya Tarik Hyundai Palisade Terhadap Pecinta Mobil Indonesia
8 Alasan Anda Harus Menggunakan Produk Anti Limbung Mobil di Dokter Mobil
Ciri Kipas Radiator Lemah Yang Mulai Terjadi Pada Mobil Anda