Kali ini Dokter Mobil kedatangan salah satu pemilik mobil Honda HR-V 2016, Pak Bram, yang mengeluhkan mobilnya sering brebet.
Sebagai pionir bengkel mobil bersertifikasi ISO di Indonesia, banyak para pengguna mobil yang sangat percayakan masalah mobilnya pada Dokter Mobil.
Intip cerita Pak Bram dalam atasi masalah mobil brebetnya di sini!
Awalnya Datang ke Dokter Mobil BSD
Semua ini berawal ketika Pak Bram mendatangi cabang Dokter Mobil BSD karena permasalahan mobilnya.
Mobil kesayangannya, Honda HRV 2016 dengan kapasitas mesin 1500 cc dan transmisi CVT, mengalami masalah yang cukup mengganggu, yaitu “brebet“.
Tentu saja, kami sadar bahwa brebet adalah masalah umum pada mobil, tetapi setiap masalah memiliki sisi uniknya.
Setelah Pak Bram tiba di bengkel kami, kami bertanya lebih lanjut tentang masalah yang sedang beliau hadapi dengan mobilnya.
Kami ingin memahami dengan lebih rinci apa yang terjadi agar bisa memberikan solusi yang tepat.
Pak Bram menceritakan bahwa mobilnya selalu brebet.
Ia telah mencoba membawanya ke bengkel resmi Honda sebelumnya, dan mereka mencoba mengatasi masalah ini dengan mengganti filter bensin.
Sayangnya, setelah mengganti filter tersebut, masalahnya tetap tidak teratasi.
Dianggap Bermasalah di Bagian Matic, sampai Kena Getok Rp 40 Juta!
Kami memutuskan untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Kami pun bertanya pada Pak Bram apa yang telah dilakukannya selama ini.
Apakah ia sudah melakukan tune-up sebelumnya?
Apakah pernah melakukan scan untuk mengecek kondisi mobilnya?
Apakah busi dan koil mobilnya sudah diperiksa?
Pak Bram menjawab bahwa ia sudah melakukan tune-up, mengganti busi, dan bahkan koil mobilnya.
Ia juga sudah mencoba beberapa bengkel lain, dan salah satunya mengatakan bahwa masalahnya kemungkinan terletak pada EGR (Exhaust Gas Recirculation) yang bermasalah.
Mereka bahkan mengusulkan untuk mengganti komponen EGR, tetapi setelah kami memeriksanya, EGR pada mobil Pak Bram ternyata dalam kondisi bersih.
Bahkan bengkel lain pernah menyarankan Pak Bram untuk mengatasi masalah matic sampai Rp 40 juta, lho!
Kami kemudian memutuskan untuk melakukan test drive bersama untuk lebih memahami apa yang dimaksudkan oleh Pak Bram dengan “brebet”, karena setiap orang bisa menggambarkan masalah dengan kata-kata yang berbeda-beda.
Keluar dari bengkel, sebelum memulai test drive, kami mencoba menggeber mesin mobilnya beberapa kali saat mesin dalam keadaan idle.
Ternyata, mobil tidak menunjukkan gejala brebet saat dalam kondisi idle. Namun, saat kami mulai berjalan di jalan raya, masalah tersebut kembali muncul.
Terjadi keterlambatan dan hentakan saat mesin bekerja pada RPM yang rendah, bahkan ketika mencapai kecepatan 60 km/jam.
Kami pun bertanya pada Pak Bram bahwa seperti inilah masalah brebet yang dimaksud.
Dengan yakin, ia menjawab, “Iya, itu yang saya rasain. Terutama ketika RPM rendah, rasanya seperti ada hentakan dan keterlambatan.”
Diagnosis Awal dan Solusi Masalah Mobil Pak Bram
Pada saat itu, kami menyadari bahwa ini bukanlah masalah brebet biasa.
Biasanya, brebet terkait dengan masalah pengapian, jalur bahan bakar, atau kelistrikan.
Namun, gejala yang dialami oleh Pak Bram tidak sesuai dengan itu.
Dalam percakapan kami, kami menjelaskan bahwa jika masalahnya benar-benar terkait dengan transmisi, membayar 40 juta Rupiah untuk menggantinya adalah keputusan yang sangat mahal.
Kami kemudian menyarankan kepada Pak Bram untuk membawa mobilnya ke Domo Transmisi, tempat kami memiliki teknologi terbaru yang disebut Jet Clean Matic.
Teknologi ini memungkinkan kami membersihkan transmisi dan sealnya dengan efisien tanpa perlu menggantinya secara keseluruhan.
Kami yakin ini bisa menjadi solusi yang lebih ekonomis untuknya.
Hubungi Bengkel Dokter Mobil Sekarang!
Halo Domo Lovers 👋, reservasi ke bengkel Kami sekarang juga dan dapatkan promo menarik dari kami, cs kami akan membalas secepat mungkin
